RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL The Relevance of Integrated Local Wisdom-based Social Study Learning Method in the Digital Society Era

Isi Artikel Utama

Ahmad Tohri
Huldiya Syamsiar
Abdul Rasyad
Abdul Hafiz
Rizkah Rizkah

Abstrak

Artikel ini berangkat dari fenomena pembelajaran IPS dan kearifan budaya lokal yang semakin terasing dan terpinggirkan dalam dunia pendidikan, padahal pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal memiliki peran esensial dan strategis dalam mengembangkan karakter peserta didik agar mampu menyaring dampak negatif globalisasi dan mampu menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi pembelajaran IPS Terpadu berbasis kearifan budaya lokal di era masyarakat digital sehingga paradoks dunia pendidikan dapat ditekan, karakter peserta didik dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, dan tujuan mulia pendidikan semakin dekat dengan pencapaian. Tulisan ini menggunakan studi pustaka atau literature review dari berbagai sumber yang relevan dengan hasil penulisan ilmiah. Teknik analisis menggunakan analisis domain dan analisis isi secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menemukan bahwa relevansi pembelajaran IPS Terpadu berbasis kearifan lokal perlu disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada siswa. Pendidik tidak boleh kaku dalam implementasi kurikulum tetapi juga menyisipkan dan mengintegrasikan kearifan budaya lokal pada mata pelajaran mengikuti kurikulum yang berlaku, sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang berkaitan dengan realitas kehidupan masyarakat (sosiokultural setting) tempat peserta didik tumbuh dan berkembang. Pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal sangat relevan dan strategis dalam mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kearifan, perilaku demokratis, mengambil pelajaran dari masa lalu, mengidentifikasi diri dalam realitas kehidupan saat ini, optimis menatap masa depan, dan mewujudkan tanggung jawab sosial sebagai bagian masyarakat masyarakat global yang saling bergantung dan saling berhubungan di era masyarakat 5.0.

Rincian Artikel

Bagian

Penilitian

Cara Mengutip

RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL: The Relevance of Integrated Local Wisdom-based Social Study Learning Method in the Digital Society Era. (2022). Jurnal TEKNODIK, 115-128. https://doi.org/10.32550/teknodik.vi.951

Referensi

Asmani. (2020). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Diva Press.

Atmadja, N. B. (1992). Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Implikasinya dalam Pendidikan Sejarah. Artikel Dalam Aneka Widya, Singaraja: FKIP Unud.

Damanik, E. L. (2018). Rekayasa Budaya dan Dinamika Sosial: Menemukan Pokok Pikiran Lokalitas Budaya Sebagai Daya Cipta. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 1(2), 93–103. https://doi.org/https://doi.org/10.34007/jehss.v1i2.9

Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Penerbit Gava Media.

Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu. Depdiknas.

Dewantara, K. H. (2011). Pendidikan (Edisi ke-4). Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Yogyakarta.

Efendi, A. (2014). Implementasi kearifan budaya lokal pada masyarakat adat kampung Kuta sebagai sumber pembelajaran IPS. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(2), 211–218. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1263

Hayati, K. N. (2020). Model Pembelajaran Inkuiri Menggunakan Media Audio “Cermin Empat Sahabat” untuk Pendidikan Karakter Siswa Tunanetra. Jurnal Teknodik, 24(1), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/ 10.32550/teknodik.v0i2.732

Hurri, I., & Widiyanto, R. (2018). Pembelajaran IPS Berbasis Nilai Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa SMP. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 2(1), 12–23. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/ jdc.v2i1.18338

Karsiwan, K., Pujiati, P., & Rufaidah, R. (2017). Pembelajaran IPS Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Pada Siswa SMK Farmasi Cendekia Farma Husada. Humano: Jurnal Penelitian, 8(1), 1–13. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.33387/hjp. v8i1.482

Kellner, D. (1994). Baudrillard Reader. Blackwell.

Kun, P. Z. (2013). Pembelajaran sains berbasis kearifan lokal. Prosiding: Seminar Nasional Fisika Dan Pendidikan Fisika, 4(1).

Lash, S. (1990). Sociology of Postmodernisme. Routledge.

Nadlir, N. (2016). Urgensi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 299–330. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/jpai.2014.2.2.299-330

Pandapotan, S., Khairat, K., & Syahril, S. (2018). Inventarisasi Kearifan Lokal Etnis Karo dalam Pemanfaatan Etnobotani di Kabupaten Karo. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 1(1), 40–47. https://doi.org/https://doi.org/10.34007/jehss.v1i1.6

Piliang, Y. (1998). Sebuah Dunia Yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Postmodernisme. Mizan.

Ratnawati, E. (2013). Pentingnya Pembelajaran IPS Terpadu. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 2(1). https://doi.org/10.24235/edueksos.v2i1.635

Rosidi, M. I., Sariyatun, & Waluyo, H. J. (2014). Pengembangan Model Pembelajaran IPS Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kebo-Keboan untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Sosial. Historika: Journal of History Education Research, 15(2), 37–48. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/historika.v15i2.29374

Sapriya. (2011). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Remaja Rosda Karya.

Setiawan, I., & Mulyati, S. (2020). Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 121–133. https://doi.org/https://dx.doi.org/ 10.30659/pendas.7.2.121-133

Shufa, N. K. F. (2018). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar: Sebuah Kerangka Konseptual. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53. https://doi.org/https://doi.org/10.24176/jino.v1i1.2316

Sofli, S., & Sudrajat, A. (2014). Peningkatan Karakter Siswa melalui Pembelajaran IPS Terpadu Model Nested di SMP Negeri 3 Banguntapan Bantul. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 1(1), 83–95. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/ hsjpi.v1i1.2431

Sultoni, A., & Hilmi, H. S. (2015). Pembelajaran Sastra Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Optimalisasi Pendidikan Karakter Kebangsaan Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia, 229–236. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/6357

Susanto, A. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kencana Prenada Media Group.

Susilawati, E., Sarifudin, S., & Muslim, S. (2021). Internalisasi Nilai Pancasila dalam Pembelajaran Melalui Penerapan Profil Pelajar Pancasila Berbantuan Platform Merdeka Mengajar. Jurnal Teknodik, 25(2), 155–167. https://doi.org/https://doi.org/10.32550/teknodik.v25i2.897

Suwito, Y. S. (2008). Pendidikan Berbasis Budaya. Sarasehan Budaya Selasa Wagen Di Bangsal Kepatihan 15 Juli 2008.

Wagiran. (2010). Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal di Wilayah Provinsi DIY dalam Mendukung Perwujudan Visi Pembangunan DIY menuju Tahun 2025. Biro Administrasi Pembangunan.