Evaluasi Penerapan Model Pembelajaran Meaningful Learning Berbasis TV Edukasi untuk Jenjang SMA
Isi Artikel Utama
Abstrak
TV Edukasi merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan terutama pada masa pandemi covid 19. Untuk memaksimalkan pemanfaatan TV Edukasi dalam proses pembelajaran maka perlu diterapkan model pembelajaran berbasis konten TV Edukasi. Salah satu model yang dikembangkan yaitu Model Pembelajaran Meaningful Learning. Model pembelajaran ini diterapkan di sekolah jenjang SMA. Untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran ini maka perlu dilakukan evaluasi penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Pendekatan evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi yang berorientasi pada tujuan. Metode pengumpulan data yang digunakan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif, karena jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sasaran (Responden) evaluasi ini adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa SMAIT Nurul Fikri dengan rincian 30 siswa kelas X MIPA 3, 31 siswa kelas X MIPA 4, dan 32 siswa kelas X MIPA 2. Hasil evaluasi menunjukkan model pembelajaran Meaningful Learning berbasis TV Edukasi mudah diterapkan. Terdapat peningkatan kualitas proses dan produk pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Meaningful Learning berbasis TV Edukasi. Penerapan model pembelajaran Meaningful Learning berbasis TV Edukasi memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyelesaian masalah pembelajaran. Dengan demikian dapat dinyatakan Penerapan model pembelajaran Meaningful Learning berbasis TV Edukasi untuk pembelajaran pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) efektif.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Silakan mendownload dan mengisi Formulir Copyright Transfer dan Formulir Ethical Statement dibawah ini untuk disertakan pada saat pengiriman naskah (Unggah File Tambahan) :
Cara Mengutip
Referensi
diterapkan pada pembelajaran jenjang SMA. Model ini bisa diterapkan pada jenjang lainnya seperti jenjang SMP dengan mempertimbangan karakteristik sasaran dan kondisi lingkungan setempat.
PUSTAKA ACUAN
Abdul Hamied, F. (2009). MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DI ERA GLOBAL (Suatu Kajian Perbandingan di Negara Maju). 15. Diambil dari http://www.jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/khazanah/article/view/617
Ashburn, E. A., & Floden, R. E. (2006). Meaningful Learning Using Technology: What Educators Need to Know And Do. New York: Teachers College Press.
Howland, J. L., Jonassen, D. H., & Marra, R. M. (2014). Meaningful Learning with Technology Pearson New International Edition (4 ed.). London: Pearson New International Edition.
I Ketut Sudarsana, Niluh Ari Kusumawati, Ni Made Muliani, I. P. Y. P. (2020). Covid-19: Perspektif Pendidikan. In K. A. P. D. PF & J. Simarmata (Ed.), Covid-19: Perspektif Pendidikan. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Kurniawan, M. R., & Gafur, A. (2014). Peranan Siaran Televisi Edukasi Dalam Mendukung Terciptanya Sumber Dan Motivasi Belajar Bagi Siswa Smp Di Yogyakarta. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 1(1), 98–108. https://doi.org/10.21831/tp.v1i1.2462
Kurniawati, I. (2016). Evaluasi Pemanfaatan TV Edukasi Di 10 Kabupaten/Kota Tahun 2014. Teknodik, 20(1), 13–28. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32550/teknodik.v20i1.178
Moises Esteban-Guitart. (2016). Funds of identity : connecting meaningful learning experiences in and out of School. United States of America: Cambridge University Press.
Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi Bagi Guru/Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta: Kencana.